Ka'bah

Ka'bah

Sabtu, 02 Januari 2010

PUISI


MENUJU BAITULLAH

*****
*
*
*
*
*
*
*
*


Efy Afifah
November 2008




Go to the Holy land Mekah and Madinah soon before death comes


Kami datang Ya Allah

Memenuhi panggilanMu

Wajib sekali dalam seumur hidup

Urusan dunia segera kami tinggalkan

Sebelum ajal menjemput secara tiba-tiba……………..

Semua jiwa dan raga hanya tertuju padaMU

Terimalah amal ibadah kami ya Allah

Air mata ini bercucuran tanpa henti

DiharibaanMu……….

Kami bersujud dan berdoa tanpa lelah

Kami semua tanpa arti dan tak berdaya sedikitpun

Kami hanya seperti setitik debu………………………




(Efy)









MESJID NABAWI


Masya Allah

Tidak cukup kata-kata yang berserakan di muka bumi melukiskan keindahannya

Cahaya dimana-mana

10 menara yang indah

674 lampu kristal

12 payung raksasa

Marmer laksana kaca buatan dunia yang nomor wahid

Lukisan kaligrafi yang indah-indah bertatahkan emas kemilau

Tidak pernah puas mata memandang keliling mesjid

Doa-doa dipanjatkan penuh khusyu’

Raudah/Raudhatul Jannah (taman surga)

Hadis nabi: Diantara rumahku dan mimbarku adalah sebagian taman surga (Muttafaq Alaih)

Berdoalah di sana

Mustajab Do’a






(Efy)






LONGWAY TO MEKAH

Bis rombongan jama’ah asal Indonesia beriring-iringan berjalan kencang

Keluar dari kota Madinah menuju kota Mekah…….

Kabut debu pasir berhamburan seakan menyelimuti jalanan

Melewati padang pasir, pegunungan berbatuan dan meninggalkan rumah-
rumah dan toko-toko

Tinggal satu dua tenda di perkebunan kurma dan peternakan kambing
dan unta

Selama di perjalanan suci ini

Kalimat talbiyah terus berkumandang

Dzikir dan doa terus diperderas

Tidak ada kekuatan dan daya upaya melainkan karena Allah

Udara yang semakin kering dan gersang

Terik terus menggayut sampai menjelang sore

Diselingi dengan angin gurun yang bertiup kencang

Ya Allah

Terbayang nyata

Perjuangan nabi Muhammad saw dan para sahabat, syuhada

Hanya dengan berjalan kaki, berkendaraan unta dan kuda mengarungi padang pasir

Fasilitas dan perbekalan seadanya

Menerjang badai padang pasir

Berhati baja berbekal iman

Melawan musuh-musuh Allah dan nabi

Kini jamaah didalam bis full AC, berbekal makanan dan minuman yang

berlimpah ruah

Masih ada yang berkeluh kesah dan sakit

Astagfirullah

Tobat, tobat, istighfar…………….

Di tengah perjalanan suci ini perbekalan kami terus bertambah

Alhamdulillah

Nasi box, buah-buahan, roti, biscuit, kurma, air mineral dan air zam-zam

Masya Allah

Negeri ini sangat makmur

Negeri yang memfasilitasi tamu-tamu Allah

Barakallah…………….




(Efy)


















MENUJU MINA

Perjalanan panjang

Menuju Mina

Debu-debu masih terus beterbangan

Masker tak pernah lupa untuk dipakai

Ransel ringan di punggung perbekalan secukupnya

Melewati padang tandus berbatuan

Terik, benar-benar terik

Letih, sangat letih sampai ke ubun-ubun

Lapar, haus, perbekalan semakin menipis

Mata berkunang-kunang, beserta mual, perut perih semua bercampur
baur……….

Pingsan seperti akan menyerang

Ataukah ajal akan segera datang?

Tubuh semakin mulai terasa ringan

Kedua kaki yang letih terus dipacu tanpa henti

Dimanakah Jamratul Aqabah, Ula dan Wustha?

Masih jauhkah?.........

Melewati terowongan Mina………..

Kalimat talbiyah labbaik Allahumma Labbaik….terus melantun

Air mata deras mengalir

Kekuatan do’a telah terbukti

Ya Allah kuatkan hati dan raga ini

Seluruh rintangan dalam perjalanan ini mulai sirna

Semua penyakit jiwa dan raga telah hilang

Heran kedua kaki segera cepat melangkah

Segala kepenatan dan kesusahan seakan lenyap………..

Mina ….Mina kami datang………..

Melempar jumrah

Kerikil-kerikil berhamburan…………

Mengusir syetan-syetan terkutuk...........

Selamanya………………………..






(Efy)




















HAROM/TANAH SUCI

Aku tertegun

Benarkah aku berada disini………….

Harom….Harom………

Teriakan kenek angkot memanggil-manggil kemudian segera berlalu

Gelengan kepala tidak, tidak….

Aku ingin jalan kaki

Menikmati keindahan kota Mekah…….

Biarpun panas terik yang menyengat

Diatas kerudung kusampirkan sajadah

Masya Allah

Dibawah mentari yang sangat terik

Jamaah negro berjalan dengan semangat sambil mengobrol

Berjalan cepat tanpa alas kaki

Kuasa Allah

Saudara kita seiman itu tersenyum

Salam ya ukhti akhi………

Marhaban Indonesia

Kami mahluk mungil, yang tak kuat berpanas-panas ria

Sama-sama menuju Harom…………


(Efy)



HAJI DI PADANG ARAFAH


Di sini

Kita semua diuji

Perjuangan berat menanti

Betapa sulitnya untuk berdo’a, beribadah

Bila masih diselingi dengan keinginan duniawi

Saat antrian panjang untuk makan dan mandi

Tinggalkan semua rasa egois, berbantah-bantahan

Marah, iri, dengki, kikir, rakus, tamak, ghibah, dan semua sifat jelek lainnya……………

Pergunakan waktu disini dengan sebaik-baiknya

Berdo’a, tadarrus, beribadah tanpa henti

Ya Allah………….

Perjuangan ini begitu berarti

Di padang Arafah ini…………

Gambaran perjuangan nanti di padang mahsyar………….

Dimana matahari sangat dekat

Sejengkal di atas kepala kita

Terimalah amal ibadah kami ya Allah

Jadikan kami haji yang mabrur

Cucuran air mata jatuh di pipi…………


(Efy)

GELAR HAJI


Beruntunglah orang yang telah berjihad akbar ini

Dekat dengan Sang Khalik

Dipanggil untuk mendekat ke Baitullah

Akan tetapi bila riya dan pamer yang tampil

Atas dasar penilaian manusia

Hanya ingin dipuji, dihormati dan diistimewakan manusia

Akan sia-sialah amal ibadah ini………………………

Sesunggguhnya gelar haji yang disandang

Predikat yang melekat

Tak bisa lepas dari perilaku sehari-hari

Setiap detik mengingatkan diri ini

Untuk tidak melakukan lagi perbuatan-perbuatan jahiliyah

Yang membuang sisa umur dengan percuma…………….





(Efy)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar